Siswa Salah Parkir Ditilang, Pejabat Salah Kebijakan Cukup Klarifikasi: Negeri Ini Memang Penuh Teladan
Konoha — Dalam sebuah pertunjukan edukatif yang begitu menyentuh rasa keadilan masyarakat, seorang siswa SMA harus berurusan dengan aparat akibat pelanggaran hukum ringan, sementara di belahan ruang konferensi pers yang lebih ber-AC, seorang pejabat publik cukup mengucapkan “mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi” untuk menuntaskan polemik kebijakan yang nilainya tidak bisa dihitung dengan uang jajan seminggu. Peristiwa pertama terjadi ketika seorang siswa kedapatan melanggar aturan—versinya bisa beragam, mulai dari tidak memakai helm hingga salah unggah konten di media sosial. Prosesnya cepat, tegas, dan penuh pembelajaran karakter. Ia dipanggil, diperiksa, dan diingatkan bahwa hukum adalah panglima. Sang siswa pun menerima konsekuensi dengan kepala tertunduk, sembari mungkin dalam hati bertanya apakah panglima itu punya atasan. Di sisi lain, seorang pejabat yang namanya tentu sudah akrab di telinga publik—katakanlah seperti figur-figur yang sering muncul dalam dinamika birokrasi ala D…