Bayangan di Tengah Malam

Bayangan di Tengah Malam
" Bayangan di Tengah Malam "  cerita lanjutan dari Suara Gamelan di Tengah Malam Angin malam masih menusuk, membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan kelelahan. Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, tapi tidak ada yang benar-benar bisa tidur. Sebagian berbaring dengan mata terpejam, pura-pura tidur agar tak dihukum, sementara yang lain menghabiskan waktu dengan berbisik pelan atau mencuri makanan yang mereka sembunyikan sejak sore. Suara langkah kaki terdengar di lantai atas. Padahal, seharusnya tidak ada siapa pun di sana. Vita menghela napas panjang, mencoba meyakinkan diri bahwa itu hanya suara kayu tua yang berderit. Tapi kemudian, suara gesekan kursi terdengar—terlalu jelas untuk sekadar halusinasi. "Aku denger suara kursi pindah sendiri," bisiknya, mengingat cerita pelatih yang mengatakan lilin yang dinyalakan di ruang belakang memunculkan suara-suara yang tak terlihat asalnya. Beberapa teman mulai merapat, ketakutan yang tadi hanya terasa samar kini benar-benar…

About the author

Seorang penulis amatir

Posting Komentar