Curhat Gen Z Makin Canggih: AI Jadi "Bestie", Psikolog Mulai Rebranding Jadi Chatbot

Jakarta – Dalam laporan terbaru UMN Consulting 2025, ditemukan bahwa sebagian besar Gen Z kini lebih memilih curhat ke kecerdasan buatan (AI) daripada teman sebaya, orang tua, atau bahkan psikolog bersertifikat. Fenomena ini muncul seiring melonjaknya tingkat keprihatinan terhadap kesehatan mental, yang kini makin kompleks dan penuh emoji. Laki-laki melampiaskan keresahan dengan push-up galau, sementara perempuan mengekspresikan isi hati lewat tweet panjang dan story tanpa filter. Lalu, bagaimana AI bisa menjadi pelipur lara di tengah gejolak emosional dan wifi yang kadang putus sambung? Menurut Dr. Tuti Wifianti, psikolog fiktif sekaligus content creator dengan 800 follower bot, transformasi cara Gen Z menyikapi mental health sudah jauh meninggalkan era pelukan dan journaling. "Sekarang anak-anak tuh kalau patah hati bukan nulis diary, tapi nanya ke AI kayak, 'Kenapa cowok Scorpio ghosting pas Mercury retrograde?'," ujar Tuti sambil mengecek notifikasi dari chatbot mi…

About the author

Seorang penulis amatir

Posting Komentar