Warga Kelelahan Setelah Tumbuh: “Kenapa Nggak Bisa Upgrade Seperti Aplikasi?”
Seorang warga bernama Siti Ngos-ngosan (28) mengaku kelelahan karena terus-menerus tumbuh secara emosional dan mental. “Saya kira dewasa itu cuma soal punya KTP dan bisa nonton film 21+,” ujarnya sambil mengompres pipi pakai es batu berbentuk Doraemon. Fenomena kelelahan karena tumbuh ini kini menjadi tren di kalangan dewasa muda, yang merasa hidup lebih mirip reality show tanpa skrip, tanpa sutradara, dan tanpa snack gratis. Menurut Profesor Gagah Gagal, pakar perkembangan absurd dari Universitas Kegalauan Nusantara, proses tumbuh dewasa seharusnya disertai tutorial dan tombol ‘Skip’. “Kenapa tumbuh itu nggak kayak update aplikasi aja? Ada notifikasi, pilihan ‘Lain Kali Saja’, dan kita tetap bisa pakai versi lama,” ujarnya sambil mencoba menyeduh teh dari air mata sendiri. Sementara itu, organisasi fiktif Komite Anti Berat Hidup melaporkan bahwa 87% anggotanya merasa hidup adalah gabungan antara Tetris, Sudoku, dan sinetron stripping. “Kami coba latihan mindfulness, tapi pas meditasi ma…