“Republika Senyap: Ketika Hukum Berkacamata Kuda dan Rakyat Belajar Berbicara dengan Bisikan”

Pendahuluan: Negeri yang Mencintai Keheningan Di sebuah sudut dunia yang tak tercantum pada peta wisata internasional, berdirilah sebuah negara imajiner bernama Republika Senyap—negara yang sangat bangga dengan stabilitasnya. Stabilitas versi mereka, tentu saja. Di negara ini, pemerintah begitu sensitif terhadap kritik sampai-sampai bayangan kritik pun bisa membuat mereka bersin alergi. Solusi mereka? Sederhana: hilangkan sumber kritikan. Hasilnya adalah negara yang damai… tetapi penuh ketakutan. Tenang… tetapi penuh tekanan. Seperti kolam renang yang permukaannya tenang, tapi ada buaya lapar di bawahnya. Hukum yang Lihai Mengikuti Arah Angin Kekuasaan Di Republika Senyap, hukum memiliki kemampuan spesial: Ia bisa membaca status sosial sebelum memutuskan tajam atau tumpul. Jika pelanggar adalah rakyat biasa: Hukum berubah menjadi pedang Excalibur. Jika pelanggar adalah pejabat atau kerabat pejabat: hukum mendadak menjadi bantal empuk lengkap dengan aromaterapi lavender. Para pejabat bahkan se…

About the author

Seorang penulis amatir

Posting Komentar